Daya tarik wisata berupa bendungan irigasi sungai Manjunto yang dikelilingi panorama alam yang indah sebagi tempat rekreasi, yang terletak di kecamatan Lubuk Pinang sekitar 20 Km dari kota Mukomuko.
Tampilkan postingan dengan label objek wisata mukomuko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label objek wisata mukomuko. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Mei 2012
Objek Wisata Air Manjunto
Pantai Retak Ilir Menyimpan Segudang Potensi Wisata
Provinsi Bengkulu terkenal denga wisata Pantai Panjang yang saat ini pembangunannya sedang
giat dilakukan. Selain Pantai Panjang, sebenarnya masih banyak pantai di wilayah Bengkulu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu contoh diantaranya yakni Pantai Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh Mukomuko. Dilihat dari potensinya, aset ini tak kalah dengan Pantai Kute Bali. Namun sayangnya, hingga saat ini potensi itu belum tergarap maksimal.
Ketika menyambangi aset wisata ini, keindahan kawasan Pantai Retak Ilir masih tersembunyi diantara suasana alami. Bahkan pantai ini masih memiliki dan menyimpan vegetasi endemik (tanaman lokal, red). Menariknya lagi, ketika kami sedang berada di lokasi, di pantai ini juga masih terdapat jenis burung kangkareng perut-putih (anthoracoceros albirostis) yang suara dan kepakan sayapnya sanggup menggetarkan dedaunan vegetasi di sepanjang bibir pantai. Kesan panorama indah dan natural memang cukup bisa dirasakan di wilayah ini. Apalagi, masih banyak jenis kera yang melintas di badan jalan menuju desa.
Untuk menempuh lokasi pantai harus menempuh jarak lebih kurang sekitar 10 Km dengan jalan masih berupa hamparan koral. Namun kondisi ini tidak menghentikan laju kendaraan yang berjalan teratur. Tiba di pemukiman warga, saya langsung menuju rumah Kades Retak Ilir, Arian Tobing. Dengan ditemani salah seorang tokoh masyarakat yang merupakan mantan Kades
Retak Ilir, M Izhar, rombongan kemudian langsung menuju kawasan Pantai Retak Ilir yang mempunyai potensi wisata dengan kawasan pantai terbentang sepanjang 3 Km.
Saat sampai di kawasan pantai sambil berjalan kaki, Arian Tobing menuturkan, secara tidak langsung kawasan pantai ini sudah menjadi tempat wisata karena pantai ini merupakan satu-satunya kawasan pantai khususnya di Kecamatan Ipuh yang masih memiliki kawasan hutan alami.
Selain itu, lokasi ini juga menjadi tempat pelepasan penyu secara simbolis baik oleh kalangan pejabat maupun donatur penangkaran yang juga turut peduli dengan kelestarian penyu.
Untuk diketahui, kawasan Pantai Retak Ilir terbagi dua. Selain Pantai Retak disini juga ada kawasan Taman Wisata Alam Air Hitam yang lebih dikenal dengan kawasan konservasi karena merupakan tempat pendaratan penyu. Tapi kawasan TWA itu tidak sebebas kawasan pantai, karena keramaian pengunjung bisa menyebabkan terganggunya habitat penyu. Menariknya lagi, kawasan Taman Wisata Alam Air Hitam yang terbentang masuk dalam kawasan Desa Retak Ilir sepanjang 7 Km juga terdapat bumi perkemahan dan menyimpan beberapa buah danau masing-masing Danau Nipah, Kahar, Kandang, Pak Haji, Mujair, Ikan Jantan dan yang paling terkenal
adalah Danau Dangot yang saat ini disebut-sebut masih menyimpan buaya liar.
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh menyelusuri kawasan pantai, kami sempat beristirahat sejenak di tempat penangkaran penyu satu-satunya di Provinsi Bengkulu ini. Kondisi penangkaran tersebut masih sangat sederhana sekali, namun dengan kondisi itulah warga setempat menunjukkan kecintaan mereka untuk terus melestarikan hewan langka yang mulai terancam punah.
giat dilakukan. Selain Pantai Panjang, sebenarnya masih banyak pantai di wilayah Bengkulu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu contoh diantaranya yakni Pantai Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh Mukomuko. Dilihat dari potensinya, aset ini tak kalah dengan Pantai Kute Bali. Namun sayangnya, hingga saat ini potensi itu belum tergarap maksimal.
Ketika menyambangi aset wisata ini, keindahan kawasan Pantai Retak Ilir masih tersembunyi diantara suasana alami. Bahkan pantai ini masih memiliki dan menyimpan vegetasi endemik (tanaman lokal, red). Menariknya lagi, ketika kami sedang berada di lokasi, di pantai ini juga masih terdapat jenis burung kangkareng perut-putih (anthoracoceros albirostis) yang suara dan kepakan sayapnya sanggup menggetarkan dedaunan vegetasi di sepanjang bibir pantai. Kesan panorama indah dan natural memang cukup bisa dirasakan di wilayah ini. Apalagi, masih banyak jenis kera yang melintas di badan jalan menuju desa.
Untuk menempuh lokasi pantai harus menempuh jarak lebih kurang sekitar 10 Km dengan jalan masih berupa hamparan koral. Namun kondisi ini tidak menghentikan laju kendaraan yang berjalan teratur. Tiba di pemukiman warga, saya langsung menuju rumah Kades Retak Ilir, Arian Tobing. Dengan ditemani salah seorang tokoh masyarakat yang merupakan mantan Kades
Retak Ilir, M Izhar, rombongan kemudian langsung menuju kawasan Pantai Retak Ilir yang mempunyai potensi wisata dengan kawasan pantai terbentang sepanjang 3 Km.
Saat sampai di kawasan pantai sambil berjalan kaki, Arian Tobing menuturkan, secara tidak langsung kawasan pantai ini sudah menjadi tempat wisata karena pantai ini merupakan satu-satunya kawasan pantai khususnya di Kecamatan Ipuh yang masih memiliki kawasan hutan alami.
Selain itu, lokasi ini juga menjadi tempat pelepasan penyu secara simbolis baik oleh kalangan pejabat maupun donatur penangkaran yang juga turut peduli dengan kelestarian penyu.
Untuk diketahui, kawasan Pantai Retak Ilir terbagi dua. Selain Pantai Retak disini juga ada kawasan Taman Wisata Alam Air Hitam yang lebih dikenal dengan kawasan konservasi karena merupakan tempat pendaratan penyu. Tapi kawasan TWA itu tidak sebebas kawasan pantai, karena keramaian pengunjung bisa menyebabkan terganggunya habitat penyu. Menariknya lagi, kawasan Taman Wisata Alam Air Hitam yang terbentang masuk dalam kawasan Desa Retak Ilir sepanjang 7 Km juga terdapat bumi perkemahan dan menyimpan beberapa buah danau masing-masing Danau Nipah, Kahar, Kandang, Pak Haji, Mujair, Ikan Jantan dan yang paling terkenal
adalah Danau Dangot yang saat ini disebut-sebut masih menyimpan buaya liar.
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh menyelusuri kawasan pantai, kami sempat beristirahat sejenak di tempat penangkaran penyu satu-satunya di Provinsi Bengkulu ini. Kondisi penangkaran tersebut masih sangat sederhana sekali, namun dengan kondisi itulah warga setempat menunjukkan kecintaan mereka untuk terus melestarikan hewan langka yang mulai terancam punah.
selamat berkunjung ke Kabupaten Mukomuko,,
Pantai Air Rami Ipuh
Pantai Air Rami merupakan salah satu pantai yang indah yang terdapat di kec. Ipuh tepatnya berada di dekat muara sungai air rami. di sana terdapat suatu danau keci yang terjadi akibat dari tergenangnya air di pinggi pantai sekitar 100 m dari bibir pantai yang menmbah ke indahan pemandangan disana.
Di sisi danau terdapat warung-warung yang perjualan aneka makanan kecil dan seafood. sehingga apabila anda berwisata kesa di jamin tidak bakal kelaparan.
Patai ini terletak pada posisi yang setrategis yaitu di pinggir jalan lintas barat sumatra sehimgga mudah di jangkau. anda tak akan pernah menyesal mengunjunginya…
SELAMAT BERWISATA DI IPUH YANG INDAH
Langganan:
Postingan (Atom)